Senin, 25 Februari 2013

Teori Keperawatan VIRGINIA HANDERSON


BAB I
PENDAHULUAH

A. Latar Belakang
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang kesehatan berdampak besar terhadap peningkatan kualitas pelayanan keperawatan. Pelayanan keperawatan memegang peranan penting dalam menentukan keberhasilan pelayanan kesehatan secara keseluruhan. Untuk memberikan pelayanan keperawatan yang berkualitas dan professional perlu ditunjang oleh konsep dasar keilmuan diantaranya pemahaman terhadap empat konsep sentral keperawatan. Konsep dan teori keperawatan berkembang sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari perkembangan pemikiran dan ide-ide yang dituangkan beberapa ahli keperawatan. Pandangan para ahli tersebut mempunyai kualitas terhadap perbedaan asumsi , tetapi pada dasarnya mempunyai apresiasi terhadap proses pemberian asuhan keperawatan kepada klien sehingga memerikan kesempatan untuk berkembang secara mandiri dalam memenuhi kebutuhan dalam status kesehatannya.
Asuhan keperawatan yang profesional akan terwujud jika perawat sendiri benar-benar memahami ilmu keperawatan secara benar dan baik. Pemahaman yang baik dan benar tentunya merujuk kepada ilmu keperawatan yang dijadikan dasar dalam pemberian asuhan keperawatan baik di rumah sakit maupun di  masyarakat. Namun saat ini pemahaman perawat terhadap ilmu keperawatan yang seharusnya dijadikan dasar dan panduan dalam memberikan asuhan keperawatan masih sangat kurang, sehingga asuhan keperawatan dalam berbagai tatanan masih berdasarkan order dari profesi lain atau pelayanan yang bersifat rutinitas semata. Dengan demikian pemahaman perawat akan ilmu keperawatan perlu ditingkatkan sehingga akan terlihat secara jelas  peran perawat sebagai suatu profesi yang memberikan pelayanan kepada masyarakat atas dasar suatu keilmuan yang akan membedakan pelayanan keperawatan dengan pelayanan kesehatan yang lain.
Sehubungan dengan uraian tersebut diatas pada makalah ini, penulis akan menganalisa aplikasi salah satu model/teori keperawatan pada asuhan keperawatan di rumah sakit.  Dalam tulisan ini penulis akan menganalisa aplikasi model/teori keperawatan dari Virginia Henderson. Penulis mengangkat teori/model Henderson karena teori/model ini  merupakan teori yang pertama dengan jelas menggambarkan ilmu keperawatan berbeda dengan ilmu kedokteran. Selain itu, teori ini menguraikan hal yang lebih spesifik yaitu fokus holistik yang dimudahkan oleh empat belas (14) kebutuhan dasar manusia yang mudah dikenali, serta langkah-langkah penyelesaian masalah yang ditujukan untuk kemandirian klien dalam memenuhi empat belas (14) kebutuhan dasar manusia yang menyerupai pendekatan proses keperawatan

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Menganalisa teori Virginia Handerson Kedalam pelaksanaan asuhan Keperawatan
2. Tujuan Khusus
a. Memberikan gambaran analisis model teori Henderson
b. Memberikan gambaran penerapan asuhan keperawatan dari model teori Henderson




BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
MODEL KONSEP/ TEORI VIRGINIA HENDERSON

A. Latar Belakang kehidupan
Virginia Henderson lahir pada tahun 1897, ia adalah anak ke kelima dari delapan bersaudara. Henderson asli dari Kansas City dan menghabiskan masa pertumbuhannya di Virginia. Henderson memiliki latar belakang pendidikan keperawatan yang meliputi pendidikan awal keperawatan di Sekolah Perawat Militer, 1918  di Washington DC yang diselesaikannya pada tahun1921 setelah itu ia berkarir sebagai staf perawat, mengajar di Rumah Sakit, mengikuti pendidikan tinggi di Fakultas keguruan. Melalui berbagai pendidikannya ia banyak mendapat ilmu tentang praktek klinik dan proses analitikal. Pada tahun 1953, ia bekerja dengan Leo Simmon pada Survey nasional tentang penelitian keparawatan. Pada tahun 1959, ia memimpin proyek The Nursing Studies Index di Universitas Yale.
Sebagai tokoh keperawatan ia pun banyak menulis, berbagai tulisan yang berupa surat ataupun buku diterbitkan. Dalam tulisannya, Henderson memberi gambaran tentang fungsi dan pekerjaannya yang unik berbeda dengan dokter. Ia juga membuat deskripsi keperawatan yang menjadi acuan profesi keperawatan dalam menjalankan aktifitas profesionalnya. Dan melalui tulisannya iapun berusaha memberikan arahan bagi para perawat agar dapat terus menerus mengembangkan dan memperkaya diri dalam seni, ilmu, dan humanitas yang menjadi ciri utama profesi keperawatan. 
Perawat dimanapun sebenarnya perlu memahami apa yang dijelaskan Henderson tentang keperawatan, karena dari berbagai pengalaman dan kegiatannya di dunia keperawatan Henderson dapat memberikan arahan dan bimbingan bagi perawat dalam menjalankan profesinya secara tepat. Melalui buku teks yang ia tulis, Henderson menyuarakan pula jati diri profesi keperawatan pada dunia, baik pada masyarakat umum, profesi kesehatan lain, bahkan pada perawat atau calon perawat itu sendiri. Sehingga Henderson ini bukan saja memberikan arahan aplikasi secara nyata pada perawat tetapi juga landasan bagi kokohnya profesi keperawatan.
Tentu hal tersebut sangatlah berkaitan dengan isi defenisi keperawatan yang dideskripsikannya berkali-kali, untuk memperjelas fungsi perawat, dimana tugas merawat bukan hanya ditujukan pada manusia yang sakit namun yang sehat juga, dan aktifitas itu dilaksanakan dalam rangka terpemenuhinya 14 komponen kebutuhan dasar pada setiap manusia dengan berbagai aktifitas yang ditujukan untuk memandirikan klien / manusia, yang didasari akan ditemukannya penyebab gangguan kesehatan mereka yaitu ketidakmampuan, ketidak-mauan maupun ketidaktahuan. Dan para anggota profesi keperawatan dapat mempraktekkan ilmu dan seni keperawatan tanpa menyalahi kaidah utama profesi keperawatan itu sendiri

B. Model/Teori Virginia Henderson
Model konsep keperawatan yang dijelaskan oleh Virginia Handerson adalah model konsep aktivitas sehari hari dengan memberikan gambaran tentang Fungsi utama perawat yaitu menolong seseorang yang sehat/sakit dalam usaha menjaga kesehatan atau penyembuhan atau untuk menghadapi kematiannya dengan tenang. Usaha tersebut dapat dilakukan sendiri oleh klien bila ia sadar, berkemauan dan cukup kuat, oleh karena itu perawat berperan untuk memandirikan klien sebagai kemampuan yang harus dimiliki.
Dalam tulisan Virginia Henderson edisi ke-6 dengan judul 'The Principles and Practice of Nursing', Henderson mengutip beberapa definisi dari sumber termasuk satu dari piagam WHO. Henderson memandang kesehatan dalam kaitan demgan kemampuan pasien untuk memenuhi 14 komponen kebutuhan dasar hidup untuk memandirikan pasien. 14 komponen kebutuhan dasar hidup tersebut meliputi :
1.        Bernafas dengan normal
2.        Makan dan minum cukup.
3.        Pembuangan eliminassi tubuh.
4.        Bergerak dan mempertahankan posisi yang nyaman.
5.        Tidur dan istirahat.
6.        Memilih pakaian pantas, berpakaian dan menanggalkan pakaian.
7.        Mempertahankan suhu tubuh dalam kondisi normal dengan memodifikasi Lingkungan.
8.        Menjaga kebersihan tubuh dan memelihara kesehatan dan melindungi kulit
9.        Menghindari bahaya dilingkungannya dan menghindari cedera yang lain.
10.    Komunikasi dengan orang lain dalam pernyataan emosi, kebutuhan, ketakutan dan pendapat.
11.    Beribadah menurut kepercayaan seseorang.
12.    Bekerja sedemikian rupa sehingga ada rasa pemenuhan akan kebutuhan.
13.    Kebutuhan bermain dan rekreasi
14.    Belajar, menemukan atau mencukupi keingintahuan akan pertumbuhan dan kesehatan yang normal dan dapat menggunakan fasilitas kesehatan yang tersedia
Menurut Henderson, ke-14 kebutuhan dasar yang harus menjadi fokus tersebut dipengaruhi oleh :
  1. Usia
  2. Kondisi emosional (mood & temperamen)
  3. Latar belakang sosial dan budaya.
  4. Kondisi fisik dan mental, termasuk berat badan, kemampuan dan ketidakmampuan sensorik, kemampuan dan ketidakmampuan lakomotif, dan status mental
Henderson juga menekankan pada pentingnya merencanakan asuhan keperawatan. Didalam modelnya yang menggambarkan rencana keperawatan, metode skematik untuk pengawasan asuhan. Perencanaan yang cermat akan mengklarifikasikan hal-hal berikut :
  1. Urutan aktifitas yang harus dilakukan.
  2. Aktifitas perawat yang harus dan tidak boleh dilakukan
  3. Perubahan-perubahan yang telah dibuat.
Sebagai ringkasannya, prinsip-prinsip dasar dari model Henderson adalah sebagai berikut:
1.        Fungsi unik dari perawat
2.        Upaya pasien kearah kemandirian
3.        Asuhan keperawatan dasar berdasarkan kebutuhan dasar manusia
4.        Perencanaan yang akan diberikan.
Prinsip-prinsip dasar tersebut menandai era baru bagi keperawatan. Perawat menyadari fungsi dan keunikannya, dan kesadaran ini menandai era baru ketika profesi keperawatan mulai menelaah sifat aktual dari kerja keperawatan secara lebih kritis dari sebelumnya. Komitmen menuju kemandirian dan autonomi pada pasien juga menandai era tersebut. Sebelumnya, terdapat kecenderungan bagi perawat untuk mencoba melakukan semuanya bagi pasien. Secara umum, aktifitas keperawatan harus didukung atau ditentukan oleh tindakan terapeautik dokter.

C. Asumsi - Asumsi Pada Teori Virginia Henderson

 1. Manusia / Klien
Teori Handerson berfokus pada individu yang berdasarkan pandangannya, yaitu bahwa jasmani (body) dan rohani (mind) tidak dapat dipisahkan. Menurut Handerson, manusia adalah unik dan tidak ada dua manusia yang sama. Kebutuhan dasar individu tercermin dalam 14 komponen dari asuhan keperawatan dasar (basic nursing care)
Pemahaman konsep teori keperawatan dari Virginia Handerson didasari kepada keyakinan dan nilai yang dimilaikinya diantaranya:
1.  Manusia akan mengalami perkembangan mulai dari prtumbuhan dan perkembangandalam rentang kehidupan.
2.  Dalam melaksankan aktifitas sehari – hari individu akan mengalami ketergantungan sejak lahir hingga menjadi mandiri pada dewasa yang dapat dipengaruhi oleh pola asuh, lingkungan dan kesehatan.
3.  Dalam melaksanakan aktifitas sehari hari individu dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok diantaranya terhambat dalam melakukan aktifitas, belum dapat melaksanakan aktifitas dan tidak dapat melakukan aktifitas.
2. Perawat
Keperawatan menurut Handerson dapat di definisikan membantu individu yang sakit dan sehat dalam melaksanakan aktifitas yang memiliki kontribusi terhadap kesehatan dan penyembuhannya. Dimana individu tersebut akan mampu mengerjakannya tanpa bantuan bila pasien memiliki kekuatan, kemauan dan pengetahuan yang dibutuhkan dan hal ini dilaksanakan dengan cara membantu mendapatkan kembali kemandiriannya secepat mungkin.
Dalam hal ini klien dianggap sebagai tokoh utama (central figure) dan menyadari bahwa tim kesehatan pada pokoknya adalah membantu tokoh utama tadi. Usaha perawat menjadi sia-sia bila klien tidak mengerti, tidak menerima atau menolak atas asuhan keperawatan, karenanya jangan sampai muncul klien tergantung pada perawat/tim kesehatan. Jadi pada dasarnya tanggung jawab seorang perawat adalah menolong klien dalam membantu klien dalam menjalankan pekerjaan-pekerjaan yang biasanya dia lakukan tanpa bantuan.
Perawat dapat melakukan beberapa hal yang dapat membantu kemampuan untuk memenuhi kebutuhan klien, diantaranya :
a)        Menciptakan rasa kekeluargaan dengan klien.
b)        Berusaha mengerti maksud klien
c)        Berusaha untuk selalu peka terhadap ekspresi non verbal
d)       Berusaha mendorong klien untuk mengekspresikan perasaannya.
e)        Berusaha mengenal dan menghargai klien.
3. Kesehatan (health)
a)        Kesehatan adalah kualitas dari kehidupan.
b)       Kesehatan adalah dasar dari fungsi manusia.
c)        Kesehatan diperlukan secara mandiri dan saling menggantungkan.
d)       Peningkatan keshehatan lebih penting dari perawatan orang sakit.
e)        Seseorang dapat memperoleh kesehatan jika dia mempunyai kekuatan, kemauan, dan pengetahuan.
4. Lingkungan (environment)
a)Individu yang sehat mampu mengontrol lingkungannya, tetapi penyakit akan menurunkan kemampuan untuk mempengaruhi lingkungan.
b)       Perawat harus mampu memberikan pendidikan kesehatan.
c)Perawat harus melindungi pasien dari kecelakaan akibat lingkungan.
d)       Perawat harus mampu mencegah terjadinya kecelakaan melalui rekomendasi terkait dengan konstruksi bangunan dan penempatan alat.
e)Dokter menggunakan hasil kerja perawat untuk menentukan tindakan terbaik dalam mencegah kecacatan
f)    Perawat harus mengetahui tentang sosial budaya dan praktek keagamaan pasien.

D. Penegasan-penegasan teoritis
1. Hubungan Perawat dengan Pasien
Ada tiga tingkat hubungan antara perawat dengan pasien yang diindetifikasioleh Henderson dari hubungan ketergantungan sampai ketidaktergantungan. Hubungan tersebut meliputi :
a)      Perawat sebagai pengganti pasien (substitute)
Pada saat sakit perawat menggantikan kebutuhan pasien yang diakibatkan oleh karena kehilangan kekuatan fisik, ketidakmauan dan kurangnya pengetahuan. Henderson mengungkapkan hal ini statmennya bahwa 'Perawat, kesadaran bagi ketidaksadaran, kehidupan dari kematian, tangan dari orang yang teramputasi, mata bagi orang buta, pemberi kehangatan bagi bayi, juru bicara bagi orang bisu, dan sebagainya.'
b)     Perawat sebagai pembantu pasien (helper)
Selama kondisi tidak sadar, perawat membantu pasien menemukan kemandiriannya. Henderson mengatakan 'Kemandirian adalah suatu hal yang relative, tidak satupun kita tidak bergantung pada orang lain, tetapi kita mencoba memberi kemandirian dalam kesehatan, bukan ketergantungan dalam kesakitan'.
c)      Perawat sebagai teman pasien (partner)
Sebagai partner, pasien dan perawat bersama-sama memformulasikan rencana keperawatan kebutuhan dasar yang didiagnosis. Juga dimodifikasi sesuai kondisi, usia, temperamen, emosi, status sosial, kebudayaan, dan kapasitas intelektual pasien.
Perawat juga harus dapat mengatur lingkungan sekitar bila diperlukan. Henderson percaya 'Perawat yang tahu reaksi fisiologis dan patologis dari perubahan temperature, pencahayaan, tekanan gas, bau, kebisingan, bau zat kimia, dan organisme akan mengorganisasikan lingkungan dan memaksimalkan fungsi fasilitas yang ada,'
Perawat dan pasien harus selalu bekerja sama untuk mencapai tujuan, baik dalam mencapai kemandirian atau kematian yang tenang. Salah satu tujuan perawat adalah menjaga aktifitas sehari-hari pasien senormal mungkin. Peningkatan status kesehatan adl tujuan penting dari perawatan. Menurut Henderson, lebih penting membantu seseorang bagaimana menjadi sehat daripada mengobati ketika sakit.
2. Hubungan perawat dengan dokter
Henderson menyatakan bahwa perawat mempunyai fungsi yang unik, berbeda dengan dokter, dimana keperawatan, diatur oleh perawat dan pasien bersama-sama saling mendukung dengan rencana atau program therapy dokter. Henderson menekankan, Perawat tidak hanya mengikuti perintah dokter. Suatu pertanyaan 'Mengapa dokter selalu memberi perintah kepada pasien atau tenaga kesehatan lain?'. Bahkan perawat mampu membantu pasien ketika dokter tidak ada. Henderson juga menyatakan bahwa perawat ataupun dokter sangat melebihi batas.
3. Perawat sebagai anggota Team Kesehatan
Perawat bekerja saling bergantung pada tenaga kesehatan yang lain. Perawat dan tenaga kesehatan lain membantu menjalankan seluruh program perawatan pasien. Henderson mengingatkan bahwa diantara team kesehatan mempunyai sumbangsih yang sama dalam perawatan pasien. Tak ada yang lebih besar, masing-masing mempunyai fungsi unik sendiri- sendiri

E. Aplikasi Model Virginia Henderson Dalam Pemberian Asuhan Keperawatan

1. Pengkajian
a. Core/inti
Data diri pasien yang terdiri dari: umur, pendidikan, jenis kelamin, agama, nilai-nilai keyakinan serta riwayat timbulnya penyakit.
b. 14 komponen tersebut dalam asuhan keperawatan dasar pada tingkat asuhan individual, mengacu kepada aktivitas dalam kehidupan sehari-hari dari seseorang, perawat membantunya dengan fungsi-fungsi ini, atau membuat kondisi sehingga memungkinkan klien melakukan hal-hal berikut ini:
1)        Bernafas dengan normal
Bantuan yang dapat diberikan kepada klien oleh perawat adalah membantu memilih tempat tidur, kursi yang cocok, serta menggunakan bantal, alas dan sejenisnya sabagai alat pembantu agar klien dapat bernafas secara normal dan kekmampuan mendemonstrasikan dan menjelaskan pengaruhnya kepada klien.
2)        Kebutuhan akan nutrisi
Perawat harus mampu memberikan penjelasan mengenai tinggi dan berat badan yang normal, kebutuhan nutrisi yang diperlukan. Pemilihan dan penyediaan makanan, dengan tidak lupa memperhatikan latar belakang dan social klien.
3)        Kebutuhan eliminasi
Perawat harus mengetahui semua saluran pengeluaran dan keadaan normalnya, jarak waktu pengeluaran, dan frekuensi pengeluaran.
4)        Gerak dan keseimbangan tubuh
Perawat harus mengetahui tentang prinsip-prinsip keseimbangan tubuh, miring, dan bersandar.
5)        Kebutuhan isthirahat dan tidur
Perawat harus mengetahui tentang pergerakan badan yang baik, dan juga mengajarkan bagaimana cara mengontrol emosi yang baik.
6)        Kebutuhan berpakaian
Perawat dasarnya meliputi membantu klien memilihkan pakaian yang tepat dari pakaian yang tersedia dan membantu untuk memakainya.
7)        Mempertahankan temperature tubuh atau sirkulasi
Perawat harus mengetahui physiologi panas dan bisa mendorong kearah tercapainya keadaan panas maupun dingin dengan mengubah temperature, kelembapan atau pergerakan udara, atau dengan memotivasi klien untuk meningkatkan atau mengurangi aktifitasnya.
8)        Kebutuhan akan personal hygiene
Perawat harus mampu untuk memotivasi klien mengenai konsep konsep kesehatan bahwa walaupun sakit klien tidak perlu untuk menurunkan standard kesehatannya, dan bisa menjaga tetap bersih baik fisik maupun jiwanya.
9)        Kebutuhan rasa aman dan nyaman
Perawat mampu melindungi klien dari trauma dan bahaya yang timbul yang mungkin banyak factor yang membuat klien tidak merasa nyaman dan aman.
10)    Berkomunikasi dengan orang lain dan mengekspresikan emosi, keinginan, rasa takut dan pendapat.
Perawat menjadi penterjemah dalam hubungan klien dengan tim kesehatan lain dalam memajukan kesehatannya, dan membuat klien mengerti akan dirinya sendiri, juga mampu menciptakan lingkungan yang teraupeutik.
11)    Kebutuhan spiritual
Perawat mampu untuk menghormati klien dalam memenuhi kebutuhan spiritualnya dan meyakinkan pasien bahwa kepercayaan, keyakinan dan agama sangat berpengaruh terhadap upaya penyembuhan.
12)    Kebutuhan bekerja
Dalam perawatan dasar maka penilaian terhadap interprestasi terhadap kebutuhan klien sangat penting, dimana sakit bisa menjadi lebih ringan apabila seseorang dapat terus bekerja.
13)    Kebutuhan bermain dan rekreasi
Perawat mampu memkilihkan aktifitas yang cocok sesuai umur, kecerdasan, pengalaman dan selera klien, kondisi, serta keadaan penyakitnya.
14)    Kebutuhan belajar.
Perawat dapat membantu klien belajar dalam mendorong usaha penyembuhan dan meningkatkan kesehatan, serta memperkuat dan mengikuti rencana terapi yang diberikan
2. Diagnosa Keperawatan
Diagnosa dirumuskan berdasarkan dari analisis data dari ke-14 komponen kebutuhan dasar manusia / pasien.
3. Intervensi Keperawatan
Perencanaan melibatkan pembuatan rencana agar sesuai dengan kebutuhan individu, memperbaharui jika diperlukan, dan menjamin bahwa ini sesuai dengan yang ditentukan dokter. Sebuah rencana yang baik mengintregasikan pekerjaan dari semua yang ada dalam tim kesehatan.
4. Implementasi
Perawat membantu pasien melaksanakan aktifitas untuk memelihara kesehatan, untuk menyembuhkan dari sakit, atau untuk membantu dalam kematian yang tenang. bersifat individu, tergantung pada prinsip fisiologis, umum, latar belakang budaya, keseimbangan fisik dan intelektual.
5. Evaluasi
Menurut Henderson, perawat akan melakukan evaluasi berdasar pada tingkatan dimana pasien dapat mandiri.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Eagle Belt Buckles